Orangutan merupakan satu-satunya anggota keluarga besar kera di dunia di Asia. Ada dua spesies orangutan, orangutan Sumatera ( Pongo abelii ) didistribusikan ke Pulau Sumatera dan orangutan Borneaen ( Pongo pygmaeus ) didistribusikan di Pulau Kalimantan (Borneo). Tiga lainnya spesies kera besar dapat ditemukan di Afrika: simpanse ( Pan troglodytes ), gorila ( Gorilla gorilla ), dan Bonobo ( Pan paniscus ). Orangutan adalah milik urutan primata dan PonginaeBerdasarkan penelitian di genetik, morfologi, ekologi, perilaku, dan sejarah hidup, orangutan Sumatera yang terbukti berbeda dari kerabat mereka Kalimantan (Delgado & van Schaik, 2000, Groves, 2001, Zhang et al., 2001).
Orangutan Sumatera dan Borneo orangutan yang terpisah secara geografis setidaknya sejak 10.000 tahun lalu, ketika kenaikan permukaan air laut terjadi antara kedua pulau. Orangutan Kalimantan diklasifikasikan menjadi 3 sub-spesies (Groves, 2001; Warren et al, 2001.), Yaitu: Pongo pygmaeus pygmaeus, mulai dari barat laut Kalimantan (Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum, serta daerah sekitarnya) utara Sungai Kapuas, di sebelah timur wilayah Serawak negara (Malaysia); Pongo pygmaeus wurmbii, mulai dari Kalimantan barat daya ke selatan sungai Kapuas melalui Sungai Barito, dan Pongo pygmaeus morio: mulai dari Sabah dan Kalimantan Timur sampai sungai Mahakam.
Fisik karakteristik:
Secara umum, orangutan jantan memiliki cheeckpads yang mendapatkan lebih besar saat mereka tumbuh dan tubuhnya dua kali lebih besar dari orangutan betina dengan berat badan berkisar 50-90 kg. |
Habitat:
- Habitat orangutan adalah hutan dataran rendah tropis, dibanjiri hutan hutan atau bukit di ketinggian 1.500 m di atas melihat tingkat. Saat ini, mereka menghuni hutan yang masih tersisa di Kalimantan dan Sumatera (90%), sedangkan sisanya ditemukan di hutan tersisa Malaysia (Sabah dan Serawak);
- Orangutan adalah makhluk arboreal. Ini berarti mereka bersarang diatas pohon-pohon tinggi dan menghabiskan lebih banyak kegiatan sehari-hari di atas tanah.
Makanan dan Regenerasi Hutan:
- Orangutan makan buah-buahan (frugivore). Mereka juga makan daun, bunga, dan kambium. Rayap dan semut adalah bagian dari diet mereka untuk mendapatkan protein. Untuk mineral, orangutan kadang-kadang makan tanah;
- Orangutan kebiasaan makan buah dan jelajah dari satu pohon ke pohon lainnya memainkan peran penting dalam proses regenerasi vegetasi ';
- Orangutan memakan daging dan biji. Biji dimakan tercampur dalam kotoran mereka, sehingga memungkinkan untuk tumbuh menjadi tanaman baru dan dengan demikian membantu regenerasi hutan;
- Orangutan juga 'makan dalam perjalanan' selama eksplorasi mereka antara pohon-pohon. Mereka meludahi biji saat melakukannya jauh dari pohon induk.Dengan cara ini, mereka membantu menyebarkan wilayah populasi pohon.
Budaya dan Perilaku:
- Orangutan hidup di semi-solitaire lingkungan. Mereka tidak membentuk kelompok sebagai kera besar lain. Mereka bersosialisasi dengan individu lainnya hanya selama musim kawin yang berlangsung selama 2-3 minggu dan-untuk dewasa wanita-selama periode penitipan anak. Orangutan melahirkan hanya satu anak per kelahiran, setelah 5-8 bulan kehamilan. Orangutan bisa hidup hingga 45-50 tahun;
- Mirip dengan manusia, orang tua merawat orangutan betina, melindungi, dan merawat anak mereka sampai mereka bisa hidup mandiri dari ibu;
- Sebagian besar kegiatan sehari-hari mereka dilakukan pada kanopi pohon besar. Mereka cenderung untuk mengeksplorasi hutan dengan menggunakan cabang-cabang pohon. Mereka secara aktif menggunakan semua gerak empat lengan dan kaki-tangan-dalam melakukan itu;
- Orangutan membangun sarang mereka sebelum matahari terbenam. Sarang mereka dibuat di cabang yang berbeda dan dilengkapi dengan cabang-cabang pohon dan daun dilipat;
- Orangutan jantan dewasa dapat menghasilkan panggilan lama yang sangat keras yang dapat didengar dari 3 km. Suara itu dimaksudkan untuk menantang orangutan jantan dewasa lain di daerah tersebut atau untuk menandai wilayahnya.
Populasi:
Menurut data yang dirilis oleh Lokakarya Internasional tentang Penduduk Analisa Viabilitas Habitat (PHVA) -2004, populasi orangutan di Kalimantan mencapai 57.797 individu. Sementara di Sumatera, jumlahnya 7.501 orang.
Status konservasi :
- International Union untuk Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam (IUCN/2004) menempatkan orangutan dalam kategori sangat terancam punah untuk orangutan Sumatera dan orangutan terancam punah untuk Borneaen;
- CITES Appendix 1.
- Resmi peraturan:
· Peraturan Perlindungan Binatang Liar (Peraturan Perlindungan Binatang Liar) # 233 / 1931;
· Hukum (UU) # 5 tahun 1990;
· Surat Putusan Departemen Kehutanan (SK Menhut) 10 Juni 1991, # 301/Kpts-II/1991;
· Peraturan Pemerintah (PP) # 7, 1999.
IUCN diperkirakan dalam satu atau dua dekade, orangutan akan menghadapi kepunahan. Hal ini akan mungkin terjadi seharusnya tidak ada upaya yang serius diperhitungkan dalam menghindarinya.
(Sumber: Dr Sri Suci Utami Atmoko, Buku: Di Ambang Kepunahan [Di Wajah Extinction], dan PPS Ragunan)
» Kalimantan Timur Reintroduksi Orangutan dan Program Rehabilitasi Lahan di Samboja Lestari
Reintroduksi Orangutan
Program Reintroduksi Orangutan didirikan oleh BOSF di lokasi yang kemudian dikenal dengan Wanariset Samboja. Daerah yang terletak di Kutai Kertanegara Kabupaten, Kalimantan Timur, pada awalnya hanya selebar 3-4 hektar. Kembali pada tahun 1991, ketika proyek masih di bawah Tropenbos, rehabilitasi pertama dari sebuah orangutan dan habitatnya pertama kali dilakukan di daerah ini. Para BOSF dalam koordinasi dengan Kepolisian dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dari Departemen Kehutanan , melakukan upaya penyelamatan orangutan, termasuk menyita orangutan peliharaan. Upaya Penyitaan adalah otoritas BKSDA. Menyerahkan orangutan diselamatkan atau harus menjalani proses karantina dan rehabilitasi pertama, sebelum mereka dapat dilepaskan kembali ke habitat alami mereka di mana tidak ada populasi orangutan liar lainnya di daerah tersebut. Seluruh proses karantina dan rehabilitasi dianggap penting karena sebagian besar orangutan BOSF yang menyelamatkan adalah bayi atau sedang dalam kondisi tidak tahu bagaimana hidup di alam liar karena mereka diambil dari habitat mereka sejak kecil. Orangutan yang telah dijinakkan selama beberapa tahun, akan terbiasa dengan gaya hidup manusia. Tujuan dari proses rehabilitasi adalah untuk memberikan pengetahuan kepada orangutan-orangutan terutama bayi dan anak yatim-sehingga mereka bisa hidup seperti orangutan normal di hutan. Dalam hal status keamanan untuk daerah rilis orangutan, sejak tahun 2005, Rehabilitasi Orangutan Kalimantan Timur Program di Samboja Lestari (PROKT-SL) dengan pihak terkait lainnya telah secara aktif membangun model pengelolaan berkelanjutan Perlindungan Hutan Gunung Beratus. Perubahan besar datang pada tahun 2006 ketika BOSF merasa bahwa Wanariset Samboja daerah tidak lagi memadai untuk mempertahankan jumlah orangutan, dan segala sesuatu-termasuk infrastuctures-harus pindah ke Samboja Lestari. Namun, BOSF masih berusaha untuk memaksimalkan potensi dari Wanariset Samboja bahkan sampai hari ini. Selain reintroduksi orangutan, BOSF juga menyelenggarakan perlindungan sunbear dengan saat ini 51 beruang madu dalam perawatan nya. Sejak tahun 1998, BOSF telah menerima beruang madu ( Helarctos malayanus ) dari BKSDA Kalimantan Timur untuk menjaga-hasil penyitaan atau penyerahan-karena pemerintah daerah masih belum memiliki fasilitas yang memadai bagi mereka. Rehabilitasi Lahan Rehabilitasi Lahan Program Samboja Lestari adalah salah satu program yang dikembangkan oleh Yayasan BOS di Kalimantan Timur. Program ini terletak di Kutai Kertanegara Kabupaten, Kecamatan Samboja, dan empat desa; Margomulyo, Sei Merdeka, Amburawang Darat, dan Tani Bakti. Untuk membuat area perlindungan bagi orangutan, beruang madu, serta burung dan satwa liar lainnya melalui rehabilitasi, reboisasi, dan kegiatan arboretum adalah peran utama dari Program Rehabilitasi Lahan Samboja Lestari. Samboja Lestari areal pada akhir 2009 adalah 1,852.63 ha, dan 983,24 ha kawasan memiliki Sertifikat Hak Pakai yang dikeluarkan oleh Badan Badan Pertanahan Nasional (BPN).Tujuan umum Program Rehabilitasi Lahan Samboja Lestari adalah untuk mengubah lahan tidak terpakai menjadi hutan dan satwa liar yang produktif perlindungan kawasan, terutama bagi orangutan unreleasable karena penyakit, usia tua, atau cacat. Secara umum, wilayah Samboja Lestari dibagi menjadi 9 zona: Arboretum (72 ha), Hutan Sekolah (75 ha), Pulau Orangutan (7 ha), Sunbear Sanctuary (58 ha), Tanaman Pengunjung (25 ha), Pertanian Organik / Kompos (1 ha), Infrastruktur (3 ha), Hutan Kota (50 ha), dan Rehabilitasi Lahan (1.561,63 ha). Samboja Program Rehabilitasi Lahan adalah program utama di daerah tersebut.Samboja Lestari Program Rehabilitasi Lahan mencoba untuk mengintegrasikan teknologi, akademik, penelitian dan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk memastikan tercapainya kehidupan yang harmonis antara manusia dan alam. Masyarakat setempat adalah aktor utama dari kegiatan kehutanan agro seperti memasok buah untuk orangutan. Masyarakat lokal juga terlibat dalam kegiatan operasional seperti penanaman atau pembibitan. Program ini juga mencari pendapatan alternatif dari penggunaan limbah kayu untuk kerajinan.
Program Reintroduksi Orangutan didirikan oleh BOSF di lokasi yang kemudian dikenal dengan Wanariset Samboja. Daerah yang terletak di Kutai Kertanegara Kabupaten, Kalimantan Timur, pada awalnya hanya selebar 3-4 hektar. Kembali pada tahun 1991, ketika proyek masih di bawah Tropenbos, rehabilitasi pertama dari sebuah orangutan dan habitatnya pertama kali dilakukan di daerah ini. Para BOSF dalam koordinasi dengan Kepolisian dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dari Departemen Kehutanan , melakukan upaya penyelamatan orangutan, termasuk menyita orangutan peliharaan. Upaya Penyitaan adalah otoritas BKSDA. Menyerahkan orangutan diselamatkan atau harus menjalani proses karantina dan rehabilitasi pertama, sebelum mereka dapat dilepaskan kembali ke habitat alami mereka di mana tidak ada populasi orangutan liar lainnya di daerah tersebut. Seluruh proses karantina dan rehabilitasi dianggap penting karena sebagian besar orangutan BOSF yang menyelamatkan adalah bayi atau sedang dalam kondisi tidak tahu bagaimana hidup di alam liar karena mereka diambil dari habitat mereka sejak kecil. Orangutan yang telah dijinakkan selama beberapa tahun, akan terbiasa dengan gaya hidup manusia. Tujuan dari proses rehabilitasi adalah untuk memberikan pengetahuan kepada orangutan-orangutan terutama bayi dan anak yatim-sehingga mereka bisa hidup seperti orangutan normal di hutan. Dalam hal status keamanan untuk daerah rilis orangutan, sejak tahun 2005, Rehabilitasi Orangutan Kalimantan Timur Program di Samboja Lestari (PROKT-SL) dengan pihak terkait lainnya telah secara aktif membangun model pengelolaan berkelanjutan Perlindungan Hutan Gunung Beratus. Perubahan besar datang pada tahun 2006 ketika BOSF merasa bahwa Wanariset Samboja daerah tidak lagi memadai untuk mempertahankan jumlah orangutan, dan segala sesuatu-termasuk infrastuctures-harus pindah ke Samboja Lestari. Namun, BOSF masih berusaha untuk memaksimalkan potensi dari Wanariset Samboja bahkan sampai hari ini. Selain reintroduksi orangutan, BOSF juga menyelenggarakan perlindungan sunbear dengan saat ini 51 beruang madu dalam perawatan nya. Sejak tahun 1998, BOSF telah menerima beruang madu ( Helarctos malayanus ) dari BKSDA Kalimantan Timur untuk menjaga-hasil penyitaan atau penyerahan-karena pemerintah daerah masih belum memiliki fasilitas yang memadai bagi mereka. Rehabilitasi Lahan Rehabilitasi Lahan Program Samboja Lestari adalah salah satu program yang dikembangkan oleh Yayasan BOS di Kalimantan Timur. Program ini terletak di Kutai Kertanegara Kabupaten, Kecamatan Samboja, dan empat desa; Margomulyo, Sei Merdeka, Amburawang Darat, dan Tani Bakti. Untuk membuat area perlindungan bagi orangutan, beruang madu, serta burung dan satwa liar lainnya melalui rehabilitasi, reboisasi, dan kegiatan arboretum adalah peran utama dari Program Rehabilitasi Lahan Samboja Lestari. Samboja Lestari areal pada akhir 2009 adalah 1,852.63 ha, dan 983,24 ha kawasan memiliki Sertifikat Hak Pakai yang dikeluarkan oleh Badan Badan Pertanahan Nasional (BPN).Tujuan umum Program Rehabilitasi Lahan Samboja Lestari adalah untuk mengubah lahan tidak terpakai menjadi hutan dan satwa liar yang produktif perlindungan kawasan, terutama bagi orangutan unreleasable karena penyakit, usia tua, atau cacat. Secara umum, wilayah Samboja Lestari dibagi menjadi 9 zona: Arboretum (72 ha), Hutan Sekolah (75 ha), Pulau Orangutan (7 ha), Sunbear Sanctuary (58 ha), Tanaman Pengunjung (25 ha), Pertanian Organik / Kompos (1 ha), Infrastruktur (3 ha), Hutan Kota (50 ha), dan Rehabilitasi Lahan (1.561,63 ha). Samboja Program Rehabilitasi Lahan adalah program utama di daerah tersebut.Samboja Lestari Program Rehabilitasi Lahan mencoba untuk mengintegrasikan teknologi, akademik, penelitian dan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk memastikan tercapainya kehidupan yang harmonis antara manusia dan alam. Masyarakat setempat adalah aktor utama dari kegiatan kehutanan agro seperti memasok buah untuk orangutan. Masyarakat lokal juga terlibat dalam kegiatan operasional seperti penanaman atau pembibitan. Program ini juga mencari pendapatan alternatif dari penggunaan limbah kayu untuk kerajinan.
Alamat: Jl. Balikpapan-Handil Km.44 Rt. 01 Kecamatan Margomulyo, Samboja, Kalimantan Timur, 75273 Telp: +62 (0) 542 707 0485 / 702 3600, Fax: +62 (0) 542 413 069 Email: bos_kaltim@orangutan.or.id
Kalimantan Tengah Reintroduksi Orangutan Nyaru Menteng Program di (CKORP-NM) didirikan oleh Yayasan BOS pada tahun 1999. CKORP-Nyaru Menteng terletak di arboretum Nyaru Menteng Kalimantan Tengah, sekitar 30 km dari pusat kota Palangkaraya. Dalam program ini, BOSF bekerjasama dengan Kalimantan Tengah Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), unit eksekutif teknis dari Departemen Kehutanan.
Kegiatan utama CKORP-Nyaru Menteng orangutan karantina, rehabilitasi, dan lepaskan. Namun dalam kenyataannya, CKORP-NM juga melakukan kegiatan lain seperti memfasilitasi penyelamatan dan penyitaan yang merupakan tanggung jawab Badan Konservasi Sumber Daya Alam.
Sementara itu dalam mendukung program reintroduksi orangutan, terutama dalam pengadaan pangan, pada tahun 2002 CKORP-Nyaru Menteng membeli 3-hektar tanah di pinggiran kota arboretum untuk perkebunan pohon buah-buahan. Tanah adalah 1 sampai 1,5-meter lahan gambut tebal yang mendalam dan biasanya terendam selama musim hujan. Pada 2004, CKORP-Nyaru Menteng staf menanam buah-buahan dan pohon lainnya. Mereka juga menanam 500 pohon salak di daerah tersebut. Namun, logistik untuk makan orangutan yang mencapai sekitar satu ton per hari masih disediakan oleh masyarakat setempat di sekitar Nyaru Menteng dan Palangkaraya.
Alamat:
Jl.Cilik Riwut Km.28
PO.BOX 70, 7300 Palangkaraya, Indonesia
Telp: +62 (0) 536 330 8416, Fax: +62 (0) 536 322 5065
E-mail: bos_nyarumenteng@orangutan.or.id
Jl.Cilik Riwut Km.28
PO.BOX 70, 7300 Palangkaraya, Indonesia
Telp: +62 (0) 536 330 8416, Fax: +62 (0) 536 322 5065
E-mail: bos_nyarumenteng@orangutan.or.id
» Kawasan Konservasi Mawas Program
Area Program Konservasi Mawas merupakan program konservasi untuk orangutan, habitat, dan lingkungannya. Daerah Mawas, yang terdiri dari 215.000 hektar-blok E2, dan 94.000 hektar-blok Utara, adalah sangat tebal-lebih dari 3 meter di beberapa titik-gambut-lapis kawasan hutan. Oleh karena itu, menurut peraturan pemerintah, kawasan ini diklasifikasikan sebagai kawasan konservasi yang dilindungi. Dalam arti administratif, wilayah Program Kawasan Konservasi Mawas mencakup 2 kabupaten-kabupaten Barito Selatan dan Kapuas-5 kecamatan dan 53 desa dengan tidak kurang dari 29.000 keluarga penduduk. Daerah Mawas, selain terdiri lapisan tebal gambut, juga mendukung keanekaragaman hayati yang besar, dengan tidak kurang dari 3.000 orangutan mendiami areal tersebut (menurut Van Schaik et al penelitian, Populasi Habitat Viabilitas Assesment -. PHVA). Orangutan (Pongo pygmaeus) adalah spesies langka dan dilindungi oleh hukum.Upaya konservasi orangutan telah mengangkat perhatian serius di seluruh dunia, karena itu, Kawasan Konservasi Mawas memainkan peran yang sangat penting bagi upaya konservasi orangutan dan habitatnya, serta untuk keanekaragaman hayati, konservasi masyarakat lingkungan, dan lokal. Foundation didirikan Wilayah BOS Mawas Program konservasi dengan tujuan menampilkan semua orang bahwa kita dapat melestarikan suatu ekosistem yang beragam, yang berisi tingkat tinggi-karbon untuk memperlambat perubahan iklim dunia melalui kerjasama di tingkat internasional. . Yayasan BOS berharap untuk dapat melindungi hutan gambut di Kalimantan Tengah 309.000 melalui berbagai program yang dilakukan bersama pemerintah dan masyarakat lokal setempat Beberapa manfaat tak berwujud Program Kawasan Konservasi Mawas adalah:
· Membantu mengurangi efek rumah kaca dunia
· Langsung meningkatkan kesadaran internasional tentang menyelamatkan spesies penting, seperti orangutan;
· Memberikan pengaruh ekonomis positif bagi masyarakat yang berada di sekitar Mawas;
· Memaksakan Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD), Agenda 21 (perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan bisnis dll), Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka (CITES), dan Konvensi Ramsar mengenai Lahan Basah;
· Memberikan kesempatan bagi staf dari pemerintah daerah untuk mencapai beasiswa (lokal dan internasional) dengan melakukan penelitian dalam Program Kawasan Konservasi Mawas.
Alamat:
Jl. Nuri No 9 Rt. 01 Rw. XXIV Kelurahan Bukit Tunggal
Kecamatan Jekan Raya , Palangkaraya 73112
Telp. 0536-3308414
Fax. 0536-3229296
» Program Restorasi Habitat Orangutan (RHO)
Menteri Kehutanan Indonesia telah mengeluarkan Keputusan tanggal 18 Agustus 2010, yang akan memungkinkan untuk melepaskan orangutan BOSF direhabilitasi menjadi konsesi restorasi ekosistem PT. RHOI di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara Kabupaten Kabupaten Kalimantan Timur, Indonesia, mulai awal tahun depan.
Untuk membantu membuat rilis orangutan sukses, BOSF menarik untuk dukungan dari para pemangku kepentingan global, nasional dan lokal dengan meluncurkan sebuah program yang disebut Habitat Orangutan Program Pemulihan (RHO / Program Restorasi Habitat Orangutan). Tujuan utama dari Program RHO adalah untuk mempercepat persiapan habitat baru bagi orangutan di lokasi pelepasan.
Program awalnya akan mengelola restorasi habitat di konsesi sewa baru diperoleh untuk hutan alam dipulihkan, seluas 86.450 hektar, terletak di Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kertanegara Kalimantan Timur Kabupaten. Konsesi hutan lainnya berada di bawah pertimbangan untuk situs rilis orangutan di masa depan.
Selain itu, ada beberapa daerah yang akan dikelola oleh Program yang masih dalam proses mendapatkan izin dari Pemerintah Indonesia, yaitu: konsesi penebangan mantan PT. Tunggal Pamenang (68.089 hektar) dan konsesi penebangan mantan PT. Narkata Rimba (23.500 hektar). BOSF juga berkoordinasi dengan konsesi penebangan PT. Akhates Plywood untuk rilis orangutan ke habitat alam di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.
Yayasan BOS Jamartin Sihite telah menunjuk sebagai Program Manager dan Astrik Mursatio Budi sebagai Manajer Asisten Program RHO.
» Donation
Kami sangat menghargai berapapun donasi yang anda berikan sebagai wujud kepedulian anda terhadap upaya pelestarian orangutan dan habitatnya.
Kirimkan donasi anda ke:
| BANK | : | BNI |
| BRANCH | : | Fatmawati, Jakarta, Indonesia |
| SWIFT CODE | : | BNINIDJAFMI |
| ACCOUNT NUMBER | : | 000532 8797 |
| NAME IN ACCOUNT | : | YAYASAN PENYELAMATAN ORANGUTAN BORNEO |
| CURRENCY | : | IDR |
Atau mata uang lain :
| BANK | : | Standard Chartered Bank | ||||||||||||
| BRANCH | : | Jakarta, Indonesia | ||||||||||||
| SWIFT CODE | : | SCBLIDJX | ||||||||||||
| NAME IN ACCOUNT | : | YAYASAN PENYELAMATAN ORANGUTAN BORNEO | ||||||||||||
| ACCOUNT NUMBER | : |
|
Kami menghargai dukungan dan kontribusi yang baik anda. Harap beritahu kami jika Anda memilikipikiran dan masukan bagi organisasi kami . Kami dan orangutan dikonservasi sangat menghargaikemurahan hati Anda.
» Adoption
ORANGUTAN HAMPIR PUNAH
Tapi Anda dapat membantu kami menyelamatkan mereka dengan ...
Mengadopsi ORANGUTAN hari ini!
Ratusan orangutan menjadi Yatim Piatu karena Ibu mereka harus dibunuh terlebih dahulu untuk mendapatkan mereka. Yayasan BOS bersama dengan Balai Konservasi Sumberdaya Alam setempat berupaya menyelamatkan Orangutan yang kehilangan tempat tinggalnya. Orangutan yang berhasil diselamatkan, dibawa ke Pusat Reintroduksi Orangutan untuk belajar bagaimana bertahan hidup di hutan sebelum mereka dapat dilepaskan kembali ke habitat alaminya.
Anda dapat mengulurkan tangan dan mengambil bagian dalam misi penyelamatan Orangutan – Yayasan BOS dengan mengadopsi orangutan. Dengan cara ini, Anda dan orang yang Anda kasihi dapat memberikan kontribusi untuk biaya pakan dan perawatan Orangutan.
Ada dua tipe adopsi yang kami tawarkan:
Shared adoption: satu orangutan dapat diadopsi oleh lebih dari satu adopter baik secara perorangan maupun kelompok.Kami menawarkan pilihan paket adopsi:
Tapi Anda dapat membantu kami menyelamatkan mereka dengan ...
Mengadopsi ORANGUTAN hari ini!
Ratusan orangutan menjadi Yatim Piatu karena Ibu mereka harus dibunuh terlebih dahulu untuk mendapatkan mereka. Yayasan BOS bersama dengan Balai Konservasi Sumberdaya Alam setempat berupaya menyelamatkan Orangutan yang kehilangan tempat tinggalnya. Orangutan yang berhasil diselamatkan, dibawa ke Pusat Reintroduksi Orangutan untuk belajar bagaimana bertahan hidup di hutan sebelum mereka dapat dilepaskan kembali ke habitat alaminya.
Anda dapat mengulurkan tangan dan mengambil bagian dalam misi penyelamatan Orangutan – Yayasan BOS dengan mengadopsi orangutan. Dengan cara ini, Anda dan orang yang Anda kasihi dapat memberikan kontribusi untuk biaya pakan dan perawatan Orangutan.
Ada dua tipe adopsi yang kami tawarkan:
Shared adoption: satu orangutan dapat diadopsi oleh lebih dari satu adopter baik secara perorangan maupun kelompok.Kami menawarkan pilihan paket adopsi:
- Bronze: 3 bulan masa adopsi dengan biaya Rp 350.000,- (setara dengan USD 40.00);
- Silver: 6 bulan masa adopsi dengan biaya Rp 700.000,- (setara dengan USD 80.00);
- Gold: 12 bulan masa adopsi dengan biaya Rp 1.400.000,- (setara dengan USD 160.00).
- Sertifikat adopsi;
- Photo orangutan yang diadopsi;
- Cerita latar belakang orangutan yang diadopsi;
- Kabar terbaru dari orangutan yang diadopsi, minimal 6 bulan sekali.
» Links and Partners
Berikut ini adalah link alamat website pihak yang bermitra dengan Yayasan BOS | Alamat website yang berhubungan dengan Yayasan BOS atau konservasi di Indonesia/dunia. | |||
Link | Orangutan Concervancy www.orangutan.com | Link | "Lodge" dengan panorama hutan hujan Kalimantan www.sambojalodge.com | |
| Link | Vier Pfoten www.vierpfoten.org | Link | Kementrian Negara Lingkungan Hidup Indonesia www.menlh.go.id | |
Link | BOS Jepang www.bos-japan.jp | Link | Departemen Kehutanan Republik Indonesia www.dephut.go.id | |
Link | BOS Canada www.orangutan.ca | Link | orangutan_friends www.myspace.com/orangutan_friends | |
| Link | WSPA www.wspa.org.uk | Link | Mailing List Sobat Orangutan Klik link ini atau anda bisa mengirimkan email kosong dengan alamat sobat_orangutan-subscribe@yahoogroups.com to join us | |
| Link | Orangutan Outreach www.redapes.org | Link | blogspot Sobat Orangutan Yayasan BOS sobatorangutan.blogspot.com | |
| Link |
| Link | Proyek Lahan Gambut KalimantanTengah www.ckpp.org | |
| Link |
| Link | Proyek Lahan Gambut KalimantanTengah(versi Indonesia) www.ckpp.or.id | |
| Link |
| Link | orangutan conservation service program www.theworldiswatching.info | |
| Link |
| Link | Pusat Informasi Lingkungan Indonesia www.pili.or.id | |
| Link |
| Link | Yayasan Pelangi Indonesia www.pelangi.or.id | |
| Link |
| Link | Yayasan Gibbon Indonesia www.gibbon.or.id | |
| Link |
| Link | Pusat Primata Schmutzer www.primata.or.id | |
| LInk |
| | ||
| Link |
| | ||